Senin, 13 April 2015

Kerajinan Tangan


Kerajinan tangan khas Kalimantan Timur merupakan salah satu warisan budaya yang belakangan mulai meredup keberadaannya. Aneka bentuk kerajinan tangan berbentuk anyaman yang terbuat dari bambu yang selama ini menjadi contoh bentuk budaya lokal ini perlahan-lahan mulai ditinggalkan pemakaiannya dan berganti dengan alat-alat modern sesuai perkembangan zaman.

Bentuk-bentuk kerajinan tangan khas Kalimantan Timur seperti nampan tray, cahung, saung seling, raung tamar, solong penias, reing atau keranjang menjadi kerajinan yang sudah dibuat secara turun-temurun. Kerajinan ini menjadi bagian dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Seperti solong penias, kerajinan berbentuk seperti bakul, misalnya yang digunakan untuk meletakan benih padi yang akan ditanam pada saat musim tanam padi tiba.

Solong penias banyak digunakan oleh masyarakat Paser, Kalimantan Timur, untuk menyimpan benih padi. Meskipun perlahan kerajinan ini hampir punah dan mulai tergantikan dengan alat yang lebih modern seperti botol-botol plastik namun nilai kearifan lokal dari kerajinan ini tidak akan bisa tergantikan
Sarung Samarinda

Sarung Samarinda HMM merupakan merek Sarung yang sangat terkenal dengan kwalitas yang diakui semua kalangan baik dalam negeri maupun luar negeri, misalnya Malaysia, Brunei Darussalam, Filipina maupun negara Singapore.
Sarung HMM sangat nyaman dipakai, cocok dipergunakan baik acara resmi maupun santai dan memiliki corak yang bervariasi.
Manik

 Kerajinan manik-manik khas suku Dayak biasanya dibuat menjadi pakaian, menghias topi/seraong maupun bening aban. Kini banyak hasil kerajinan manik-manik yang diolah menjadi tas, kalung, gelang, gantungan kunci dan aneka macam hiasan lainnya.
  Mandau 

Merupakan senjata tradisional khas suku Dayak yang menyerupai pedang. Mandau terbuat dari besi dengan gagang terbuat dari kayu atau tulang. Sebelum pembuatan dimulai, terlebih dahulu dilakukan upacara adat sesuai dengan tradisi dari masing-masing suku Dayak.
Seraong

  Topi berbentuk lebar yang biasa digunakan untuk bekerja di ladang atau untuk menahan sinar matahari dan hujan. Kini banyak diolah seraong-seraong ukuran kecil untuk hiasan rumah tangga.

Sumpitan

Alat yang biasa digunakan untuk berburu atau berperang yang dikenal oleh hampir seluruh suku Dayak di Kalimantan. Alat ini terbuat dari kayu ulin atau sejenisnya yang berbentuk tongkat panjang yang diberi lubang kecil untuk memasukkan anak sumpitan.
Sumpitan dilengkapi dengan sebuah mata tombak yang diikat erat pada ujungnya dan juga dilengkapi dengan anak sumpitan beserta wadahnya (selup).
Bening Aban


Alat untuk memanggul anak yang hanya terdapat pada masyarakat suku Dayak Kenyah. Alat ini terbuat dari kayu yang biasanya dihiasi dengan ukiran atau dilapisi dengan sulaman manik-manik serta uang logam.

Ulap Doyo 



Serat daunnya kuat dan dapat dijadikan benang untuk ditenun. Tenunan doyo ini kemudian sering diolah menjadi pakaian, kopiah, dompet, tas, hiasan dinding dan lain sebagainya.
Anjat


Alat berbentuk seperti tas yang terbuat dari anyaman rotan dan memiliki dua atau tiga sangkutan. Anjat biasanya digunakan untuk menaruh barang-barang bawaan ketika bepergian.
Perisai/ Kelembit/ Keliau 





Merupakan alat penangkis dalam peperangan melawan musuh. Perisai terbuat dari kayu yang ringan tapi tidak mudah pecah. Bagian depan perisai dihiasi dengan ukiran, namun sekarang ini kebanyakan dihiasi dengan lukisan yang menggunakan warna hitam putih atau merah putih.

Selain sebagai alat pelindung diri dari serangan musuh, perisai juga berfungsi sebagai:
- Alat penolong sewaktu kebakaran / melindungi diri dari nyala api
- Perlengkapan menari dalam tari perang
- Alat untuk melerai perkelahian
- Perlengkapan untuk upacara Belian

Kini perisai banyak dijual sebagai souvenir / penghias dekorasi rumah tangga.